Rabu, 24 Oktober 2012

Tawon Penghasil Madu Yang Tidak Pernah Basi


Banyak orang tahu bahwa madu merupakan sumber gizi yang penting bagi tubuh manusia, namun sedikit sekali orang yang menyadari betapa mengagumkan karakteristik produsen madu itu sendiri yaitu tawon. Sumber makanan tawon adalah nektar (minuman dari sari bunga) yang tidak mungkin didapatkan pada musim dingin. Maka dari itu tawon mencampur nektar tsb dengan sekresi khususnya sehingga menghasilkan sumber makanan baru, yaitu madu yang dapat menjadi persediaan makanan baginya untuk musim dingin yang panjang.

Yang menarik perhatian di sini adalah bahwa madu menyimpan persediaan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya ia butuhkan. Sudah pasti pertanyaan yang muncul adalah mengapa tawon tidak bosan/berhenti dari aktifitas produksi yang berlebihan ini, karena jelas bagi tawon untuk membuang waktu dan tenaga. Tawon memproduksi madu tidak hanya untuk dirinya saja namun juga bagi manusia. Oleh karenanya, seperti beberapa hewan di muka bumi, tawon juga diciptakan demi khidmat kepada manusia. Sebagaimana ayam bertelor setiap hari meskipun ayam tidak membutuhkan atau sapi yang menghasilkan susu dalam jumlah besar jauh yang dibutuhkan oleh anaknya.
Tawon Sang Penghasil Madu!!

Kehidupan kawanan tawon dalam sarangnya dan kegiatan produksi madu mempunyai detail yang luar biasa. Tanpa membahas lebih jauh, marilah kita lebih mengenal sifat dan karakteristik “kehidupan sosial” tawon. Tawon memiliki “tugas” banyak yang harus dikerjakan yang mana semuanya diatasi dengan organisasi yang prima.



Pengaturan ventilasi dan kelembaban udara
Kelembaban sarang tawon yang menjadikan madu berkualitas dan terlindungi harus dipertahankan dalam batas tertentu sepanjang waktu. Sedikit berubah tingkat kelembaban menjadi di atas atau di bawah limit, akan dapat merusak kualitas gizi dan hilang proteksinya. Demikian pula, temperatur sarang tawon harus 32°C selama 10 bulan. Untuk menjaga agar konstan tingkat temperatur dan kelembaban dalam batas-batas tertentu ini, “kelompok ventilasi” tawon ditunjuk untuk melaksanakan tugas penting ini.
Tawon Sang Penghasil Madu!!

Selama musim panas, sangatlah mudah kita dapat mengamati bagaimana tawon memberikan ventilasi sarangnya. Pintu sarang tawon dipadati oleh tawon. Dengan bertahan hinggap di lantai kayu, tawon mengipasi sarangnya dengan menggunakan sayapnya. Dalam suatu standar sarang tawon, udara yang masuk dari satu sisi dipaksa untuk keluar dari sisi lain. Tawon ventilator tambahan juga bekerja menyebarkan arus udara di sekitarnya. Sistim ventilasi yang sama dipakai untuk menjagai sarang tawon dari bahaya asap dan polusi udara.
Tawon Sang Penghasil Madu!!

Usaha tawon untuk menjaga kualitas madu tidak hanya dibatasi pada pengaturan kelembaban dan penkondisian udara saja. Sistim kesehatan yang mengagumkan juga terjadi di sarang tawon untuk menghindari kejadian apapun yang mengkin dapat menghasilkan sumber lahirnya bakteri. Prinsip dasar sistim kesehatan ini adalah untuk menghindari barang asing yang dapat masuk dalam sarang tawon. Karena itu selalu ada dua pengawal di depan pintu masuk sarang. Jika ada barang asing ataupun serangga yang akan memasuki sarang tawon meskipun sudah ada usaha preventif ini, maka semua tawon awas sekali dan mengeluarkannya dari sarangnya.
Tawon Sang Penghasil Madu!!

Untuk barang asing lebih besar yang tidak dapat dibawa keluar sarangnya, mekanisme preventif yang lain dimulai. Untuk keadaan yang demikian ini tawon menghasilkan sesuatu yang disebut “propolis (damar tawon)”. Tawon membentuk propolis yang mengumpulkan damar dari pepohonan seperti pohon cemara, poplar, akasia; kemudian menggabungkan ini dengan sekresi khususnya. Kelebihan yang mendasar dari propolis adalah kemampuannya untuk tidak melindungi bakteri di dalamnya. Substansi seperti ini dibungkus dengan propolis setebal 1.5 mm, sehingga terisolasi dari sarang tawon. Damar tawon yang sama digunakan untuk menambal sarang yang pecah. Damar bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras setelah mengering dalam waktu yang sangat pendek.


Minggu, 21 Oktober 2012

Cara Dual Screen Pada Google Chrome



Bagi anda yang sibuk dan harus membuka banyak tab di browser google chrome kali ini ada namanya ekstension untuk membantu anda mengatasi masalah anda yang harus membuka banyak tab untuk mencari situs favorit anda dan juga sambil blogwalking seperti saya ini.

Caranya sangat mudah dan saya telah melakukannya.Teman-teman perlu install ekstension untuk google chrome anda disini yakni download Tab Scissors .Install ekstension tersebut ke browser googel chrome anda maka selanjutnya tinggal double klik icon Tab Scissors tersebut maka google chrome menjadi tampak dua belah bagian.Nah sekarang anda bisa bebas browsing dengan banyak tab.




Minggu, 14 Oktober 2012

Cara Menghilangkan Blacklist Smadav 9.1_New


Cara Menghilangkan Tanda Bajakan ( Blacklist) Smadav 9.1

Biasanya smadav yang terdeteksi menggunakan key registrasi palsu akan terdeterksi oleh Smadav.Jadi otomatis ketika akan Smadav akan diupdate langsung terblacklist atau warna background Smadav anda berubah menjadi hitam biasanya.Nah untuk itu saya berikan cara menghilangkan tanda bajakan pada smadav anda.

Cara menghilangkan tanda bajakan atau tanda blacklist pada Smadav 9.1 :

1.Pastikan Smadav di komputer Anda tidak aktif(Klik kanan pada ikon Smadav di System tray dan klik Exit).
2.Lalu hapus file "PIR?SYS.DLL" yang ada di "C:\Windows\System32\PIR?SYS.DLL" Jika sudah dihapus/ tidak ada, lanjut ke langkah ke-3)
3.Klik Start-Run lalu ketik "Regedit" atau tekan logo Windows & R secara bersamaan lalu ketik "Regedit" untuk menjalankan registry editor.
4.Lalu buka HKEY_CURRENT_USER -> Software -> Microsoft -> Notepad pada registry editor.
5.Kemudian cari "lfPitch?ndFamily", "lfPitch?ndFamily2", dan "lfPitch?ndFamily3", bila sudah ditemukan hapus semua lfPitch?ndFamily.
6.Selanjutnya buka C:\Program Files\Smadav dan klik 2 kali pada file "SM?RTP.exe" untuk menjalankan Smadav.
7.Masukkan Register smadav pro pada tab Setting di Smadav.
8.Selesai


Mikrotubulus - MIKROFILAMEN

Organela ini di sel sering disebut sitoskeleton

  • Sitoskleton adalah suatu sistem yang terdiri dari serat-serat dan kumpulan benang yang saling berhubungan, bersilangan dan memanjang dari inti sampai ke membran plasma.
  •  Sitoskleton  mmberikan bentuk dan organisasi internal  kepada sel eukariota. 
  • Komponen penting sitoskleton dibangun oleh subunit protein.  
  • Komponen terbesar sitoskleton adalah mikrotubula yang terdiri dari sub unit tubulin yang berikatan satu sama lain memberi bentuk pada sel. 
  • Sedangkan mikrofilamen mengandung banyak protein aktin dan miosin yang berperan penting dalam proses kontraksi otot.



  • Beberapa bagian dari sitoskleton hanya muncul pada saat-saat tertentu dalam kehidupan sel.  
  • Misalnya sebelum sel membelah, beberapa serat akan membentuk spindel yang menggerakkan kromosom.  
  • Bagian lain dari sitoskleton seperti mikrotubula, flagela dan silia adalah struktur yang permanen            


Mikrotubula ditemukan dalam sitoplasma semua sel eukariotik.

  • Mikrotubula berupa batang lurus dan berongga yang berdiameter kira-kira 25 µm  dan mempunyai panjang dari 200 µm hingga 25 µm. 
  • Dinding tabung berongga dibangundari protein globular yang disebut tubulin. 
  • Setiap molekul tubulin, terdiri atas dua sub unit polipeptida serupa, α tubulin  dan ß tubulin. 
  • Mikrotubula memanjang dengan menambah molekul tubulin di ujung-ujungnya. 
  • Mikrotubula dapat dibongkar dan tubulinnya digunakan untuk membangun mikrotubula dimana saja didalam sel. 
  • Mikrotubula memberi bentuk dan mendukung sel dan juga berfungsi sebagai jalur yang dapat digunakan organel yang dilengkapi dengan molekul motor untuk dapat bergerak. 
  • Misalnya peran mikrotubula dalam mitosis dan meosis.





Mikrofilamen merupakn struktur protein yang ramping  ( diameter 5-7 µm ) yang terdapat baik pada tumbuhan maupun pada hewan.

  • Kini diketahui bahwa mikrofilamen pada pada tumbuhan sama dengan pada hewan, yakni terdiri ari aktin dan terlibat dalam geraka dalam sel. 
  • Sitoplama tumbuh amat dinamis : arus sitoplasma mengalir dengan cepat ( siklosis atau aliran sitoplama ) sambil membawa organel. 
  • Hal ini mudah dilihat pada sel rambut Rheo discolor atau sel Vallisneria. 
  • Organel dapat bergerak secara mandiri : kloroplas bergerak ketempat dalam sel dengan cahaya optimal, vesikula diktiosom dapat bermigrasi kedaerah pertumbuhan  atau sekresi. 
  • Mikrotubula serta protein juga dapat bergerak


Sabtu, 13 Oktober 2012

Peralatan Laboraturium_[No. 1-17 by Desta 17]


1.       Haemometer

Berguna untuk pemeriksaan hemoglobin secara sahli. Haemometer terdiri dari:
a.       Batang standart
Berguna untuk membandingkan warna lauruan dalam tabung pengencer.
b.      Tabung pengencer
Berguna untuk tempat pengencer darah dan asam  (asam yang digunakan HCl 0.1N).
-Satuan yang digunakan dalam Hb Sahli adalah g/dl
-satuan terendah yang dapat dibaca: 2 g/dl
-satuan tertinggi yang dapat dibaca: 22 g/dl
c.       Pipet Hb
Berguna untuk menghisap darah pada pemeriksaan Hb Sahli
-Mempunyai skala 20 cmm atau 0.02 ml (20 µl)
d.      Batang pengaduk
Berguna untuk mencapur darah dengan HCl 0.1 N
2.       Haemocytometer

Berguna untuk pemeriksaan hitung jumlah sel-sel darah. Haemocytometer terdiri dari:
a.       Pipet Throma Lekosit
Berguna untuk mengencerkan darah pada pemeriksaan lekosit dan eosinofil
-mempunyai skala 0.5, 1, 11.
-di dalamnya terdapat bola kaca berwarna putih.
b.      Pipet Throma eritrosit
Berguna untuk mengencerkan darah pada pemeriksaan jumlah eritrosit dan trombosit
-mempunyai skala 0.5, 1, 101.
-di dalamnya terdapat bola kaca berwana merah
c.       Kamar Hitung/ Bilik Hitung
Ada beberapa macam bilik hitung, yaitu:
Ø  Kamar hitung Improved Neubauer
Ø  Kamar hitung Original Neubauer
Ø  Kamar hitung Burker
Ø  Kamar hitung Turk
Ø  Kamar hitung Thoma
3.       Pipet LED ( Laju Endap Darah )
Berguna untuk pemeriksaan Laju Endap Darah
a.       Pipet Westergreen

-panjang 30 cm, diameter 2,5 mm, skala 0-200 ( skala 200 berada di ujung bawah pipet)
b.      Pipet Wintrobe

Berguna untuk pemerikssan hematokrit cara makro dan LED cara wintrobe
-panjang 12 cm, diameter 2,5 ml
-mempunyai 2 skala :
o   Skala putih ( 10-0 ) untuk penetapan Ht makro
o   Skala merah ( 0-10 ) untuk penetapan LED wintrobe

4.       Obyek glass

Berguna untuk :
·         tempat pembuatan apus darah
·          tempat pemeriksaan masa pembekuan car obyek glass
·         Tempat sediaan mikroskopis

5.       Deck glass

Berguna untuk mentup sediaan mikroskopis dan menutup kamar hitung

6.       Corong

Berguna untuk :
§  Membantu memasukkan larutan dalam wadah bermulut kecil
§  Sebagai alat pembantu dalam melakukan penyaringan

7.       Tabung reaksi panjang

Berguna untuk mereaksikan zat dalam jumlah banyak atau besar

8.       Tabung reaksi pendek

Berguna untuk mereaksikan zat dalam jumlah sedikit

9.       Tabung serologi

Berguna untuk mereaksikan zat dalam jumlah sangat sedikit

10.   Tabung centrifuge bergaris

Berguna untuk menampung urin saat dilakukan pemusingn guna pemeriksaan sedimen urine

11.   Pipet tetes

Berguna untuk mengambil spesimen atau larutan dalam jumlah kecil

12.   Pipet ukur

Berguna untuk memindahkan larutan dengan volume yang diketahui secara tepqt dan teliti
-tersedia berbagai macam ukuran kapasitas, diantaranya : 1 ml, 5 ml, 10 ml

13.   Pipet volume

Berguna untuk mengambil larutan dengan volume tepat sesuai dengan lebel yang tertera pada bagian yang menggelembung. Pipet ini hanya memiliki satu volume saja ( tertera dalam badan pipet )

14.   Buret

Berguna untuk meneteskan sejumlah reagen cair dalam pemeriksaan yang memerlukan ketelitian,  sepertipada pemeriksaan titrasi. Buret memiliki nilai minimal penggunaan 20 % dan nilai maksimal penggunaan 80 % dari total volume yang tertera pada buret.

15.   Gelas ukur

Berguna untuk mengukur volume suatu cairan dalam beberapa macam volume, tetapi tidak begitu teliti.

16.   Erlenmeyer

Berguna untuk:
§  Menampung larutan, bahan atau cairan
§  Meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media dll

17.   Backer glass

Berguna untuk  mengaduk, mencampur, memanaskan cairan yang biasa digunakan dalm laboratorium