Sabtu, 23 Juni 2012

Filled Under:

GANGGANG CHRISSOPHYTA - KEEMASAN

DIVISI CHRYSOPHYTA.
  • Nama Chrysophyta diambil dari bahasa Yunani, yaitu Chrysos yang berarti emas.
  • Ganggang keemasan atau Chrysophyta adalah salah satu kelas dari ganggang berdasarkan zat warna atau pigmentasinya.
  • Ganggang ini berwarna keemasan karena kloroplasnya mengandung pigmen karoten dan xantofil dalam jumlah banyak dibandingkan dengan klorofil.
  • Kloroplas ganggang ini berbentuk cakram, pita, atau oval.
  • Sel-sel ganggang keemasan memiliki inti sejati (eukarion), dinding sel umumnya mengandung silika (SiO2) atau kersik. 
  • Tubuh ganggang ini ada yang terdiri atas satu sel(uniseluler) dan ada yang terdiri atas banyak sel (multiseluler).
  • Ganggang yang bersel satu bisa hidup sebagai komponen fitoplankton yang dominan. 
  • Ganggang yang multiseluler berupa koloni atau berbentuk filamen. 
  • Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis makanan sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis.
  • Ganggang ini ditemukan di air tawar, di laut, dan di tanah yang lembab.
Alga ini digolongkan kedalam 3 kelas yaitu:
1.       Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae).
2.       Kelas alga keemasan (Chrysophyceae).
3.       Kelas Diatom (Bacillariophyceae).
CIRI-CIRI DETAIL CHRYSOPHYTA.
  1. Pigmen, khlorofil a dan b, xantofil, dan karoten, klorofil terdapat dalam jumlah yang banyak sehingga ganggang ini berwarna hijau rumput.
  2. Hasil fotosintesis berupa amilum dan tersimpan dalam kloroplas.
  3. Kloroplas berjumlah satu atau lebih; berbentuk mangkuk, bintang, lensa, bulat, pita, spiral dsb.
  4. Sel berinti sejati, satu atau lebih.
  5. Sel kembara mempunyai 2 atau 4 flagela sama panjang, bertipe whiplash.
  6. Dinding sel mengandung selulose.
  7. Dinding sel sebagian besar tersusun dari silikat
  8. Sel terdiri dari dua bagian :  Tutup (epitheca) dan Wadah (Hypotheca)
Bentuk talus/struktur vegetatif
1.       Uniseluler motil/berflagela: Chlamydomonas sp.
2.       Uniseluler nonmotil/kokoid: Chlorella sp.
3.       Koloni motil (sel-sel dalam koloni mempunyai flagela) Volvox sp
4.       Koloni nonmotil (kokoid ): Pediastrum sp., Hydrodictyon sp.
5.       Palmeloid: Tetraspora sp.
6.       Dendroid: Prasinocladus sp.
7.       Berbentuk filamen: bercabang: Cladophora sp
8.       Tidak bercabang: Oedogonium sp., Spirogyra sp.
9.       Heterotrikh: Coleochaeta sp., Stigeoclonium sp.
10.   Berbentuk helaian/lembaran yang distromatik: Ulva sp.
11.   Lembaran yang monostromatik: Monostroma sp.
12.   Berbentuk silinder yang beruang di tengah: Enteromorpha
13.   Berbentuk sifon/spnositik: Caulerpa sp., Codium sp.
PERKEMBANGBIAKAN CHRYSOPHYTA.
  • Perkembangbiakan vegetatif (aseksual) dengan pembelahan sel, fragmentasi, pemisahan koloni, dan pembentukan spora (aplanospora atau zoospora).
  • Perkembangbiakan generatif (seksual) denganv konjugasi, isogami, anisogami, dan oogami.
KELAS KELAS CHRYSOPHYTA.
1. Kelas Xanthophyceae.
  • Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan.
  • Contoh: Vaucheria sp.
Vaucheria sp.
  • Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat.
  • Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic.
  • Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot. 
  • Zigot tumbuh menjadi filamen baru.
  • Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora. Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.
2. Kelas Chrysophyceae.
  • Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil.
  • Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni contohnya Synura.
Ochromonas
  • Ochromonas Sel tubuhnya berbentuk bola yang dilengkapi dengan 2 flagel sebagai alat gerak. 
  • Kedua flagel tersebut tidak sama panjang.
  • Di dalam sitoplasmanya terdapat beberapa organel penting, seperti kloroplas yang berbentuk lembaran melengkung, vakuola, stigma, dan nukleus.
  • Ochromonas berkembangbiak dengan membelah diri.
3. Kelas Diatom (Bacillariophyceae).
  • Unicell
  • Kosmopolitan
  • Produsen primer utama di laut
  • Dinding sel dr silikat dan karbon
  • Tersusun atas tutup (epitheca) dan wadah (hypotheca)
  • Jumlah genera +/- 240 jumlah spesies 100000
Kelas Diatom (Bacillariophyceae) dibagi : 2 ordo
1.       Pennales
2.       Centrales
Pennales
  • Hidup di air tawar
  • Punya raphe
  • Tidak punya setae (bentuk umumnya simetri bilateral)
  • Ada 4 subordo:
1. Araphidinae
  • Tidak punya raphe
  • Punya 1 famili : Fragilariaceae cth genus – Fragilaria, Tabellaria
2. Raphidiodineae
·         raphe rudimen pada ujung valve
·         ada 1 famili : Eunotiaceae — cth genus - Eunotia
3. Monoraphidineae
  • Raphe pada salah satu valve, hyaline pada valve yang tdk ada raphe
  • Hanya ada satu famili: Achnanthaceae — cth genus – Achnanthes, Coconeis
4. Biraphidineae
  • Raphe pada kedua valve
  •  Ada 4 famili
1.       Naviculaceae cth.genus : - Navicula
2.       Famili : Epithemiaceae contoh. Genus : Epithemium
3.       Famili: Nitzchiaceae contoh.Genus : Nitzchia
4.       Famili: Surirellaceae contoh. Genus : Surirella
Centrales
  • Sebagian besar Centrales ini hidup di laut
  • punya setae,tapi tdk punya raphe (bentuk umumnya simetri radial)
  • Ada 5 Famili :
1.       Famili Coscinodiscaceae contoh Genus : Coscinodiscus, Melosira,Skeletonema
2.       Famili Actinodiscaceae contoh Genus : Actinodiscus, Stictodiscus
3.       Famili:Soleniaceae contoh Genus : Rhizosolenia, Lauderia
4.       Famili : Chaetoceraceae contoh Genus : Chaetoceros
5.       Biddulphiaceae contoh Genus : Biddulphia, Lithodesmium
REPRODUKSI
1.       Petkembangang biakan vegetative
Asexual
  • Selama proses mitosis 2 valve saling menjauh
  • Pembelahan protoplast paralel terhadap valve
  • Dua valve yang memisal berperan sebagai epivalve baru.
  • Konsekuensinya satu dr hasil pembelahan lebih kecil dari yang lain
2.       Seksual :
  • Pada ukuran tertentu, sbgai hasil pembelahan sel yang terus menerus.
  • Bisa Oogamus à pada Centrales
  • Isogamus à pada Pennales
  • Gametogenesis Pada Centrales
  • Resting spora Pada Centrales, biasa terjadi pada kondisi lingkungan yang buruk
KARAKTER
  • Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit.
  • Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan.
  • Tubuh ada yang uniseluler dan koloni.
  • Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca).
  • Reproduksi secara aseksual yaitu dengan cara membelah diri.
  • Contohnya: Navicula,
Navicula
  • Ganggang ini dikenal sebagai diatomae atau ganggang kersik karena dinding sel tubuhnya mengandung zat kersik. 
  • Kersik merupakan komponen penting dalam plankton.
  • Navicula sp hidup di air tawar dan di laut.
  • Tubuh Navicula sp terdiri atas dua bagian yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka).
  • Di antara kotak dan tutup terdapat celah yang disebut rafe.
Perkembangbiakan Navicula sp:
ASEXUAL
  • Perkembangbiakan vegetatif Navicula dengan membelah diri.
  • Setiap inti diatomae membelah menjadi dua, diikuti pembagian sitoplasma menjadi dua bagian.
  • Selanjutnya, dinding sel Navicula memisah menjadi kotak dan tutup.
  • Pada sel anakan, baik kotak maupun tutup akan berfungsi menjadi tutup, dan masing-masing akan membentuk kotak baru.
  • Dengan demikian setiap sel anakan yang berasal dari kotak akan mempunyai ukuran lebih kecil daripada sel asalnya.
  • Peristiwa ini berlangsung berulang kali.
SEXUAL
  • Perkembangbiakan generatif Navicula berlangsung dengan konjugasi.
  • Bila ukuran tubuh Navicula tidak memungkinkan untuk mengadakan pembelahan lagi, inti selnya akan mengalami meiosis dan menghasilkan gamet.
  • Gamet itu kemudian akan meninggalkan sel dan setelah terjadi pembuahan di dalam air akan menghasilkan zigot.
  • Zygot selanjutnya tumbuh menjadi sel Navicula baru dan membentuk tutup dan kotak baru.
  • Bila Navicula mati, dinding selnya akan mengendap membentuk tanah diatom yang kaya zat kersik.
  • Tanah ini merupakan bahan dinamit, isolator, dan bahan gosok penghalus.
  • Contoh lain, Pinnularia dan Cyclotella.
Peranan Ganggang Keemasan Dalam Kehidupan Sehari-hari.
  • Berguna sebagai bahan penggosok
  • Berguna sebagai bahan pembuat isolasi
  • Penyekat dinamit
  • Berguna sebagai penyaring
  • Berguna untuk alat penyadap suara
  • Bahan pembuat cat
  • Berguna sebagai bahan pernis
  • Juga bisa sebagai bahan piringan hitam.
Peranan
Peranan positif
  • Produsen primer utama di laut (45 %) produksi primer di laut disumbangkan oleh Diatomae ini
  • Sumber pakan alami untuk ikan/organisme air lain
  • Jenis yang telah dibudidayakan : Chaetoceros, Biddulphia, Isochrysis
  • Setelah jadi fosil: Sebagai tanah diatom/diatomit/ kieselguhr
  • Sumber bahan baku untuk bahan bangunan
  • Sumber bahan baku gelas
  • Indikator minyak bumi
NOTE
  • Ganggang keemasan (chrysophyta) merupakan alga yang hidup di air tawar dan ada yang hidup di air laut.
  • Tubuh ada yang bersel satu dan ada yang bersel banyak.
  • Alga ini digolongkan ke dalam 3 kelas  :
  1. Kelas alga Hijau-Kuning (Xanthophyceae)
  2. Kelas alga keemasan (Chrysophyceae)
  3. Kelas Diatomae (Bacillariophyceae).
Xanthophyceae
  • Alga ini memiliki klorofil (pigmen hijau) dan xantofil (pigmen kuning) karena itu warnanya hijau kekuning-kuningan.
  • Contoh: Vaucheria. Vaucheria tersusun atas banyak sel yang berbentuk benang, bercabang tapi tidak bersekat.
  • Filamen mempunyai banyak inti dan disebut Coenocytic.
  • Berkembangbiak secara seksual yaitu dengan oogami artinya terjadi peleburan spermatozoid yang dihasilkan anteridium dengan ovum yang dihasilkan oogonium membentuk zigot.
  • Zigot tumbuh menjadi filamen baru. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk zoospora.
  • Zoospora terlepas dari induknya mengembara dan jatuh di tempat yang cocok menjadi filamen baru.
Chrysophyceae
  • Alga ini memiliki pigmen keemasan (karoten) dan klorofil.
  • Tubuh ada yang bersel satu, contohnya Ochromonas dan bentuk koloni, contohnya Synura.
Bacillariophyceae
  • Diatom banyak ditemukan dipermukaan tanah basah misal, sawah, got atau parit.
  • Tanah yang mengandung diatom berwarna kuning keemasan.
  • Tubuh ada yang uniseluler dan koloni.
  • Dinding sel tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteca) dan tutup (epiteca).
  • Reproduksi secara aseksual




0 komentar:

Posting Komentar